BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 31 Januari 2011


HIBURAN

Tentang, Manfaat dan Dampak Menonton Televisi

Alam

Sejauh yang kita kenal televisi adalah alat komunikasi visual yang menghadirkan suatu hiburan dan sebuah berita. Siapa yang tidak kenal akan televisi. Mulai dari yang muda hingga yang Lanjut usia pun mengenalnya dan menggemari akan manfaat televisi.

Televisi selalu mnghadirkan tayangan-tayangan yang menghibur yang dituju oleh kepada orang-orang atau masyarakat yang sedang bersantai ataupun sedang mnghabiskan waktu dirumah.

Selain menghadirkan suatu hiburan, televisi juga menghadirkan sebuah berita, baik berita dari dalam maupun luar negeri. Berita biasanya banyak disaksikan oleh kaum yang sudah dewasa ataupun orang yang sudah atau ingin mengerti akan dunia luar.

Meskipun televisi ada banyak manfaat, ternyata mempunya dampak akan menonton televisi apalagi menonton sampai berlarut-larut.

1.Otak

Salah satunya adalah menurunnya kualitas kinerja otak, sehingga otak lam kelamaan akan mengalani penurunan fungsi seperti menimbulkan rasa malas untuk berpikir dan cepat lelah jika untuk melakukan sebuah pemikiran

2. Mata

Mata adalah salah satu alat vital bagian tubuh manusia, jika mata terus menerus dipacu kepada benda visual yang mengadung radiasi akan mengakibatkan kelelahan pada mata hingga bisa menimbulkan kecacatan.

3. Umur

Selain yang diatas, televisi juga berdampak pada umur kita. Coba dibayangkan, berapa Lama umur dan waktu yang kita habiskan hanya untuk menonton televisi ? sedangkan waktu itu sangatlah berharga, jika umur kita hanya dihabiskan untuk menonton televisi saja, berarti kita mensia-siakan waktu dan umur kita, sungguh disayangkan bukan ?

Maka dari itu janganlah televisi dibuat menjadi suatu hobi atau keharusan saja, tetapi buatlah televisi untuk menjadi sebuah hal sesaat untuk sebuah hiburan.

MEMBACA adalah salah satu ketrampilan hidup yang sangat penting. Budaya ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan, tidak hanya berbicara dan membaca. Karenanya, mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anak perlu dilakukan sejak dini. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

MANFAAT - Budaya membaca bisa mendorong kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bahasa serta memperluas pengetahuannya. Jika si kecil belum bisa membaca, Anda-lah yang bertugas melakukannya.

Membacakan buku untuk anak, memberi banyak manfaat. Yang paling penting bisa jadi Anda bisa menghabiskan waktu bersama si kecil dan mendorong pelekatan. Anda bisa berbagi kegiatan dengan si kecil yang bisa dilakukan setiap saat dan dimanapun tempatnya. Saat ia duduk di pangkuan Anda, si kecil merasa aman. Inilah kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat ikatan.

Saat membacakan buku atau menceritakan sebuah dongeng, anak belajar mengikuti cerita sejak awal hingga akhir. Huruf dan kosa kata baru yang dikenalkan membuaat perbendaharaan katanya semakin banyak. Cobalah menggunakan nada yang berbeda untuk setiap karakter dalam buku atau dongeng tersebut. Melalui buku, ia belajar tentang pola bicara dan cara membentuk bunyi.

TIPS - Awal mengenalkan buku kepada anak, si kecil biasanya lebih tertarik untuk merobek setiap halaman buku dibandingkan membacanya. Jangan melarang apalagi memarahinya sebab ini menunjukkan minatnya terhadap buku meskipun masih sangat kecil. Untuk membina kecintaan anak akan membaca, Anda bisa mencoba strategi berikut ini:

  • Pilihlah buku yang baik. Anak-anak menyukai buku dengan gambar yang jelas, warna yang cerah serta teks yang singkat dan sederhana.
  • Jadikan kegiatan membaca sebagi rutinitas. Pilihlah satu waktu tertentu dimana Anda dan si kecil nyaman melakukan kegiatan ini.
  • Interaksi. Ijinkan anak untuk membuka halaman atau menunjukkan tokoh cerita dan ajukan pertanyaan untuknya.
  • Gunakan intonasi yang berbeda. Gaya membaca yang beragam lebih menarik dibandingkan dengan satu suara yang monoton.
  • Berikan contoh. Orang tua yang senang membaca biasanya memotivasi anak untuk senang membaca.


PENDIDIKAN :

1 . Peran Guru dalam Proses Pendidikan


Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :

Peran Guru dalam Proses Pendidikan

  1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
  2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
  3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
  4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
  5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).

Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :

  1. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
  2. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
  3. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.

Selanjutnya, dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia, Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).

Di lain pihak, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).

Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.

Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :

  1. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
  2. Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
  3. Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
  4. Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
  5. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
  6. Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
  7. Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :

  1. Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
  2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
  3. Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
  4. model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
  5. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.

Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :

  1. Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
  2. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan;
  3. Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan;
  4. Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
  5. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.

Sementara itu, Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.

Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.

Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.

2. Sekolah

Pentingnya Pendidikan Sekolah


Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia.

Siapapun orangnya hendaknya bersekolah minimal selama 9 tahun lamanya hingga lulus SMP. Mungkin Anda akan mempertanyakan apakah sebenarnya fungsi pendidikan sekolah.

Semakin tinggi jenjang pendidikan sekolah yang dicapai seseorang, maka akan semakin baik. Manfaat dan fungsi belajar di Sekolah maupun perguruan tinggi antara lain :

  1. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak
    Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya melalui pendidikan sekolah, maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Bisa dibedakan antara orang yang tidak sekolah dan yangberseolah dalam kemampuan akademis. Ingat, masa depan yang akan kita jalani akan lebih sulit, sehingga dibutuhkan perjuangan, kerja keras dan ilmu pengetahuan.

  2. Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin
    Dengan mengharuskan seorang pelajar maupun mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku pada pendidikan sekolah, secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan begitu padatnya jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus, maka akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik.

  3. Memperkenalkan Tanggung Jawab
    Tanggung jawab seorang anak adalah belajar, dimana orangtua atau wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan mengikuti pendidikan sekolah yang rajin akan membuat bangga orang tua, guru, saudara, famili, dan lain-lain.

  4. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan
    Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. Dengan mengikuti pendidikan sekolah formal, tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman, dimana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Dengan memiliki teman, maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik.

  5. Sebagai Identitas Diri
    Lulus dari sebuah institusi pendidikan sekolah, biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor, maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut.

  6. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas
    Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas, maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri, sedangkan yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri.

Memang, proses pendidikan sekolah sangat lama dan panjang. Bayangkan saja, jika sekolah dasar (SD) memakan waktu 6 tahun, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas selama 6 tahun, di perguruan tinggi selama 4 tahun, maka waktu yang diperlukan untuk meraih gelar sarjana yaitu sekitar kurang lebih 16 tahun.

Meski demikian, betapapun lamanya pendidikan sekolah yang harus ditempuh seseorang, sebagian besar ekonom sepakat bahwa sumber daya manusia dari suatu bangsa merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi suatu bangsa bersangkutan (Todaro, 1997).

PENDIDIKAN JASMANI

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional

1 . Olahraga Renang

Jika saya dulu ketika masih di kampung cukup berenang di kolam ikan, sungai atau bahkan sumur pemandian, sekarang di kota-kota kecil saja sudah banyak di bukan kolam renang. Berenang memang sangat banyak manfaatnya bagi tubuh. Diantaranya anak-anak yang secara rutin berenang akan mempunyai tingkat pertumbuhan tubuh yang baik, pernafasannya terjaga, dan staminanya juga sangat mumpuni.

Berenang bagi warga kota sudah menjadi life style. Malah banyak orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke sekolah berenang yang mempunyai instruktur khusus. Maksudnya tiada lain supaya sejak kecil anak-anaknya sudah familiar dan terbiasa dengan olahraga air tersebut karena banyak sekali kegunaannya.

Meski demikian, ternyata masih banyak yang belum faham dari mana asal usul dan perkembangan renang itu sendiri sampai akhirnya menjadi olahraga yang diperlombakan di setiap even-even olahraga dunia. Artikel olahraga renang inilah yang akan coba dimaksudkan untuk membedah renang dari mulai kehadirannya (sejarah).

Metamorfosa Renang

Sejarah mencatat bahwa renang ternyata sudah dilakukan sejak zamn pra-sejarah ribuan tahun silam. Fosil-fosil yang ditemukan banyak yang menguatkan bahwa ternyata berenang sudah ada dan dilakukan sejak masa manusia purba.

Di Wadi Sora misalnya, wilayah di sebelah barat daya Mesir ditemukan gua-gua bagi para perenang. Bahkan di Jepang (Asia Timur) yang terkenal dengan samurainya, olahraga renang wajib dikuasai oleh para jawara samurai.

Tercatat bahwa olahraga renang mulai dipertandingkan pertama kali di Eropa pada tahun 1800-an. Waktu itu, belum banyak ditemukan gaya-gaya renang seperti sekarang ini sehingga kebanyakan para atlet yang bertanding mengggunakan gaya dada.

Adapun gaya bebas yang pertama kali dilakukan oleh Arthur Trudgen menyusul setelah gaya dada di kenal terlebih dahulu. Terbilang tahun 1902 Richard Cavil melakukan kombinasi antara gaya bebas dengan gaya tendangan kaki untuk menambah daya hentak sehingga tubuh bisa melaju lebih cepat dan mempunyai power.

Seiring berjalannya waktu, olahraga renang pun makin populer dan tersebar ke seluruh dunia. Dan momentum olimpiade di kota Athena Yunani tahun 1896 menjadi ajang pertama kalinya kategori renang dipertandingkan di ajang bergengsi tersebut. Ketika itu, ada empat nomor yang dipertandingkan, yakni nomor 100 m, nomor 500 m, nomor 1200 m, dan nomor 100 m yang khusus untuk para pelaut.

Pada olimpiade keduanya yang diadakan di Prancis, kategori nomor renang yang dipertandingkan ditambah menjadi 6 nomor, yakni nomor 200 m, 1000 m, 4000 m, 200 m dengan menggunakan gaya dada, 200 m beregu, dan nomor dengan gaya bebas.

Persatuan Internasional

Seperti halnya dengan olahraga lainnya seperti sepak bola, bola basket, atau bulu tangkis, olahraga renang juga mempunyai federasinya yang disebut Federation Intrenationale De Natation De Amateur atau Persatuan Renang Ibnternasional. Organisasi renang dunia ini disahkan pada 1908, yang dalam salah satu ketentuannya menetapkan bahwa gaya kupu-kupu merupakan variasi dari gaya dada yang sudah sedari awal muncul.

Perlu waktu sekitar 40 tahun untuk memisahkan gaya tersebut sebagai gaya tersendiri dan bukan bagian dari gaya dada lagi. Selain itu, patut diketahui bahwa sampai 1912 yang melakukan kompetisi renang hanyalah kaum pria saja, wanita baru diperbolehkan untuk ikut bertanding terjadi ketika olimpiade diselenggarakan di Stockholm, Belgia.

Gaya-gaya

Beberapa gaya yang terdapat dalam olahraga renang dan sering dipertandingkan diantaranya:

  • Gaya dada
  • Gaya kupu-kupu
  • Gaya bebas
  • Gaya punggung

2. Bulu Tangkis

olahraga ini dikenal sebagai salah satu olah raga yang memiliki banyak penggemar. Permainan ini banyak dimainkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Selain karena mudah, permainan ini juga cukup sederhana dimainkan.

Sebab, permainan bulu tangkis tidak membutuhkan banyak orang untuk memainkannya. Cukup dengan dua orang dan sebuah tempat yang lapang, maka seseorang sudah bisa bermain bulu tangkis dengan sederhana.

Namun bagi mereka yang menginginkan permainan yang sesungguhnya, tentu membutuhkan piranti pendukung yang lebih. Seperti adanya lapangan dengan ukuran tertentu, perangkat jaring net dan juga seperangkat alat bantu lain. Seperti lampu, sepatu bulu tangkis dan juga tim wasit.


Sejarah Bulu Tangkis


Dalam artikel olahraga bulu tangkis, tidak banyak menyebut detail sejarah olah raga ini. Yang banyak diulas biasanya cenderung pada jenis dan tekhnik permainan. Padahal mengenal sejarah sebuah permainan, merupakan salah satu dari proses pembelajaran akan sesuatu.

Sebelum dikenal dengan nama badminton, permainan ini sudah banyak dimainkan oleh penduduk di kawasan Mesir kuno, India dan China sejak 2000 tahun lalu. Bedanya, permainan tersebut tidak menggunakan raket sebagai alat pemukul. Raket digantikan oleh kaki sebagai alat pemukul agar shuttlecock tidak jatuh ke tanah.

Sedangkan di Inggris, anak-anak menggunakan dayung atau tongkat sebagai alat pemukul. Dan ketika jaman penjajahan Inggris di Asia berlangsung, permainan ini sampailah ke tanah jajahan Inggris, seperti Thailand dan Jepang.

Dan pada tahun 1860, oleh seorang Inggris yang bekerja sebagai penyalur mainan, memperkenalkan nama badminton untuk jenis permainan tersebut. Dan oleh para serdadu Inggris yang sering memainkannya untuk mengisi waktu, permainan tersebut dilengkapi dengan sarana net pemisah dan juga angka untuk melakukan perhitungan dan kompetisi.

Pada tahun 1877, dibuatlah sebuah peraturan resmi permainan badminton tersebut. Perancang aturan permainan ini adalah Klub Badminton Bath, yang merupakan perkumpulan para penggemar badminton di Inggris. Dan pada tahun 1899, dimulailah sebuah kejuaran badminton tertua di dunia yaitu All England, di mana arena ini menjadi salah satu agenda resmi Federasi Badminton Dunia atau IBF.

Rabu, 19 Januari 2011

OBAT HERBAL

Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengant enaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan teknologi maju, jenis ini telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik (uji pada hewan) dengan mengikutis tandar kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman obat, standar pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akutmaupun kronis.

JAHE adalah tanaman berkhasiat obat atau biasa kita sebut obat herbal yang dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center, AS, dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.

Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama.

Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel. Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan American Association for Cancer Research.

Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi.

American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium.

Dalam penelitian lain menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.